Sabtu, 21 Juli 2012

Kisi-kisi dr.fery


Kisi-kisi UAS PEDIATRI
1.      Pengertian penyakit asma pada anak
2.      Gambaran klinis Penyakit Bronkiolitis akut
3.      Gambaran pseudomembran pada penyakit difteria pada anak
4.      Hasil pemeriksaan fisik pada penyakit tonsillitis akut
5.      Gejala klinis pneumonia lobaris
6.      Interpratasi hasil Uji tuberculin positif pada pada anak
7.      Gejala klinis  pada penyakit pertussis
8.      Manifestasi klinis BBLR
9.      Pengertian Ikterus Neonatorum
10.  Anak didiagnosa sesak nafas bila memiliki minimal 2 dari tanda-tanda klinis berikut
11.  Diagnosis sepsis
12.  Karekteristik yang penting pada asfiksia
13.  Factor resiko Wet Lung Syndrome (TTN)
14.  Pemeriksaan fisik pada penyakit malaria
15.  Kriteria DBD menurut WHO
16.  Gambaran klinis penyakit campak
17.  Dugaan Etiologi labioplatoschiziz dari factor lingkungan
18.  Gambaran klinis demam tifoid :
19.  Gejala klinis anak gizi buruk (Kwasiorkor)
20.   Gambaran klinik penyakit Hirschprung
21.  Gejala renjatan (syok) pada pasien dehidrasi
22.  Yang termasuk kedalam kelainan VACTERL Syndrome
23.  Anamnesis atau gejala penyakit Leukemia
24.  Pernyataan yang benar mengenai Hemofilia A dan B:
25.  Komplikasi berat yang dapat timbul pada anak yang mengalami penyakit anemia defisiensi besi
26.  Penyebab anemia asam folat
27.  Pencegahan anemia B12
28.  Anamnesis dan pemeriksaan fisik thalassemia
29.  Beda omphalocele dengan gastroschisis adalah
30.  Faktor umum  penyebab Hidrocephalus adalah
31.  Pernyataan yang benar mengenai osteogenesis imperfect
32.  Fraktur adalah putusnya hubungan structural(komponen) dari
33.  Trias ensefalitis adalah

Secara umum, trias ensefalitis:
ž  Demam
ž  Kejang
ž  Penurunan kesadaran

34.  Yang termasuk ke dalam (klasifikasi) trauma kelahiran pada neonates yg memerlukan perawatan khusus :

Klasifikasi / pembagian trauma kelahiran :
1. Kaput Suksedaneum
ðbenjolan yang difus dikepala terletak pd presentasi kepala pada waktu bayi lahir.
Secara klinis teraba benjolan lunak, berbatas tidak tegas, tidak berfluktuasi tetapi bersifat edema tekan.
Kaput suksedaneum dapat terlihat segera setelah bayi lahir dan akan hilang sendiri dalam waktu 2-3 hari. Umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.
2. Sefalohematoma
ð perdarahan subperiostal tulang tengkorak berbatas tegas pada tulang yang bersangkutan dan tidak melewati sutura.
Biasanya baru tampak jelas beberapa jam setelah bayi lahir (umur 6 – 8 jam) dan dapat membesar sampai hari ke-2 atau 3
Umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya mengalami resolusi sendiri dalam 2 – 8 minggu.
3. Fraktur Tulang Humerus
umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas.
Pengobatan trauma lahir fraktur tulang humerus: Imobilisasi selama 2 – 4 minggu dengan fiksasi bidai
4. Trauma Muskulus Sternokleido-Mastoideus (tortikolis)
 ð suatu hematoma (benjolan pada otot sternokleidomastoideus) yang terjadi akibat robeknya sarung otot sternokleido-mastoideus.
Secara klinis, umumnya benjolan baru terlihat 10 – 14 hari setelah kelahiran bayi.
Benjolan teraba keras,1 – 2 cm, berbatas tegas, sukar digerakkan dan tidak menunjukkan adanya radang.
Pengobatannya dilakukan sedini mungkin dengan latihan fisioterapi ð hilang dalam 2 – 3 bulan.
5. Paralisis Erb-Duchene
 Kerusakan cabang-cabang C5 – C6 dari pleksus brakialis menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan lengan untuk fleksi, abduksi, dan memutar lengan keluar serta hilangnya refleks biseps dan moro.
 Pada trauma yang ringan ð fiksasi hanya dilakukan beberapa hari atau 1 – 2 minggu untuk memberi kesempatan penyembuhan yang kemudian diikuti program mobilisasi atau latihan.
6. Paralisis Klumpke
 Kerusakan cabang-cabang C8 – Ih1 pleksus brakialis menyebabkan kelemahan lengan otot-otot fleksus pergelangan, maka bayi tidak dapat mengepal.
 Penyebabnya adalah tarikan yang kuat daerah leher pada kelahiran bayi menyebabkan kerusakan pada pleksus brakialis.
Penatalaksanaan ðimbolisasi dengan memasang bidang pada telapak tangan dan selanjutnya diusahakan program latihan.

35.  Kriteria Living Stone untuk Kejang Demam Sederhana

         Kejang Demam Sederhana        (Living Stone,1972)
        Umur 6 bln – 4 thn
        Kejang <15 menit
        Kejang bersifat umum
        Timbul 16 jam pertama
        Pemeriksaan Neurologis sebelum dan sesudah kejang normal
        Bangkitan kejang dalam 1 thn < 4 kali

36.  Gejala klinis atau ciri-ciri Sindroma Turner

ž  Ciri-ciri sindroma turner :
§  Tubuh pendek
§  Amenore primer (tidak pernah datang bulan)
§  Infertilitas
§  Leher lebar dan tipis
§  Dada lebar dan papilla mammae berjauhan
§  Kelainan pembuluh darah aorta

37.  Perbedaan antara meningitis purulenta dan mengitis serosa adalah

ž  Meningitis serosa adalah adang selaput otak yang menghasilkan eksudasi cairan berifat serosa, yang disebabkan oleh kuman spesifik (M.Tbc) atau virus
ž  Meningitis purulenta adalah radang selaput otak yang menimbulkan eksudasi berupa pus, disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus

38.  Perbedaan antara penyakit ensefalitis dan meningitis

Perbedaan ensefalitis dan meningitis
Perbedaan
Ensefalitis
Meningitis
Lokasi
Jaringan otak
Selaput otak
Gejala rangsang meningeal
(-)
(+)
Refleks patologis
(+)
(-)

39.  Stadium gejala klinik dari meningitis serosa menurut Lincoln

Menurut Lincoln, Gejala klinis dari meningitis tuberkulosis dikelompokkan dalam tiga stadium:
1.      Stadium I (stadium inisial/fase prodromal)
a.       berlangsung 1 - 3 minggu
b.      Biasanya gejalanya tidak khas, timbul perlahan- lahan, tanpa kelainan neurologis
c.       Gejala: demam (tidak terlalu tinggi), lemah, anoreksia, nyeri perut, sakit kepala, tidur terganggu, mual, muntah, konstipasi, apatis, irritable
2.      Stadium II (stadium transisional / fase meningitik)
a.       Ditandai oleh adanya kelainan neurologik  rangsangan meningeal berupa kaku kuduk (+), refleks Kernig dan Brudzinski (+) kecuali pada bayi.
b.      Gejala peningkatan TTIK berupa sakit kepala berat dan muntah (keluhan uama), penurunan kesadaran, kejang,  hemiparesis / quadriparesis, gangguan saraf kranial
3.      Stadium III (koma / fase paralitik)
a.       berlangsung selama ± 2-3 minggu
b.      Gejala: edema papil, kesadaran makin menurun, irritable dan apatik, somnolen, stupor, koma, otot ekstensor menjadi kaku dan spasme, nadi dan pernafasan menjadi tidak teratur, hiperpireksia ð meninggal.

40.  Pada Sindroma down terjadi kelainan trisomi pada kromosom

O     kelainan kromosom berupa trisomi kromosom 21
O     Trisomi kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar