Kisi-kisi
UAS PEDIATRI
1.
Pengertian penyakit asma pada anak
2.
Gambaran klinis Penyakit Bronkiolitis
akut
3.
Gambaran pseudomembran pada penyakit
difteria pada anak
5.
Gejala klinis pneumonia lobaris
6.
Interpratasi hasil Uji tuberculin
positif pada pada anak
7.
Gejala klinis pada penyakit pertussis
8.
Manifestasi klinis BBLR
9.
Pengertian Ikterus Neonatorum
10.
Anak didiagnosa sesak nafas bila
memiliki minimal 2 dari tanda-tanda klinis berikut
11.
Diagnosis sepsis
12.
Karekteristik yang penting pada asfiksia
13.
Factor resiko Wet Lung Syndrome (TTN)
14.
Pemeriksaan fisik pada penyakit malaria
15.
Kriteria DBD menurut WHO
16.
Gambaran klinis penyakit campak
17.
Dugaan Etiologi labioplatoschiziz dari
factor lingkungan
18.
Gambaran klinis demam tifoid :
19.
Gejala klinis anak gizi buruk
(Kwasiorkor)
20.
Gambaran klinik penyakit Hirschprung
21.
Gejala
renjatan (syok) pada pasien dehidrasi
22.
Yang termasuk
kedalam kelainan VACTERL Syndrome
23.
Anamnesis atau gejala penyakit Leukemia
24.
Pernyataan yang benar mengenai Hemofilia
A dan B:
25.
Komplikasi berat yang dapat timbul pada
anak yang mengalami penyakit anemia defisiensi besi
26.
Penyebab anemia asam folat
27.
Pencegahan anemia B12
28.
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
thalassemia
29.
Beda omphalocele dengan gastroschisis
adalah
30.
Faktor umum penyebab Hidrocephalus adalah
31.
Pernyataan yang benar mengenai
osteogenesis imperfect
32.
Fraktur adalah putusnya hubungan
structural(komponen) dari
33.
Trias ensefalitis adalah
Secara
umum, trias ensefalitis:
Demam
Kejang
Penurunan
kesadaran
34.
Yang termasuk ke dalam (klasifikasi)
trauma kelahiran pada neonates yg memerlukan perawatan khusus :
Klasifikasi
/ pembagian trauma kelahiran :
1.
Kaput Suksedaneum
ðbenjolan yang difus dikepala terletak pd
presentasi kepala pada waktu bayi lahir.
Secara
klinis teraba benjolan lunak, berbatas tidak tegas, tidak berfluktuasi tetapi
bersifat edema tekan.
Kaput
suksedaneum dapat terlihat segera setelah bayi lahir dan akan hilang sendiri
dalam waktu 2-3 hari. Umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.
2.
Sefalohematoma
ð perdarahan subperiostal tulang
tengkorak berbatas tegas pada tulang yang bersangkutan dan tidak melewati
sutura.
Biasanya
baru tampak jelas beberapa jam setelah bayi lahir (umur 6 – 8 jam) dan dapat
membesar sampai hari ke-2 atau 3
Umumnya
tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya mengalami resolusi sendiri dalam 2
– 8 minggu.
3.
Fraktur Tulang Humerus
umumnya
terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas.
Pengobatan
trauma lahir fraktur tulang humerus: Imobilisasi selama 2 – 4 minggu dengan
fiksasi bidai
4.
Trauma Muskulus Sternokleido-Mastoideus (tortikolis)
ð
suatu hematoma (benjolan pada otot sternokleidomastoideus) yang terjadi akibat
robeknya sarung otot sternokleido-mastoideus.
Secara
klinis, umumnya benjolan baru terlihat 10 – 14 hari setelah kelahiran bayi.
Benjolan
teraba keras,1 – 2 cm, berbatas tegas, sukar digerakkan dan tidak menunjukkan
adanya radang.
Pengobatannya
dilakukan sedini mungkin dengan latihan fisioterapi ð hilang dalam 2 – 3 bulan.
5.
Paralisis Erb-Duchene
Kerusakan cabang-cabang C5 – C6 dari pleksus
brakialis menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan lengan untuk fleksi, abduksi,
dan memutar lengan keluar serta hilangnya refleks biseps dan moro.
Pada trauma yang ringan ð fiksasi hanya dilakukan beberapa hari
atau 1 – 2 minggu untuk memberi kesempatan penyembuhan yang kemudian diikuti
program mobilisasi atau latihan.
6.
Paralisis Klumpke
Kerusakan cabang-cabang C8 – Ih1 pleksus
brakialis menyebabkan kelemahan lengan otot-otot fleksus pergelangan, maka bayi
tidak dapat mengepal.
Penyebabnya adalah tarikan yang kuat daerah
leher pada kelahiran bayi menyebabkan kerusakan pada pleksus brakialis.
Penatalaksanaan
ðimbolisasi
dengan memasang bidang pada telapak tangan dan selanjutnya diusahakan program
latihan.
35.
Kriteria Living Stone untuk Kejang Demam Sederhana
•
Kejang Demam Sederhana (Living Stone,1972)
–
Umur 6 bln – 4 thn
–
Kejang <15 menit
–
Kejang bersifat umum
–
Timbul 16 jam pertama
–
Pemeriksaan Neurologis sebelum dan
sesudah kejang normal
–
Bangkitan kejang dalam 1 thn < 4 kali
36.
Gejala klinis atau ciri-ciri Sindroma
Turner
Ciri-ciri
sindroma turner :
§ Tubuh
pendek
§ Amenore
primer (tidak pernah datang bulan)
§ Infertilitas
§ Leher
lebar dan tipis
§ Dada
lebar dan papilla mammae berjauhan
§ Kelainan
pembuluh darah aorta
37.
Perbedaan antara meningitis purulenta
dan mengitis serosa adalah
Meningitis
serosa adalah adang selaput otak yang menghasilkan eksudasi cairan berifat
serosa, yang disebabkan oleh kuman spesifik (M.Tbc) atau virus
Meningitis
purulenta adalah radang selaput otak yang menimbulkan eksudasi berupa pus,
disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus
38.
Perbedaan antara penyakit ensefalitis
dan meningitis
Perbedaan
ensefalitis dan meningitis
Perbedaan
|
Ensefalitis
|
Meningitis
|
Lokasi
|
Jaringan otak
|
Selaput otak
|
Gejala rangsang meningeal
|
(-)
|
(+)
|
Refleks patologis
|
(+)
|
(-)
|
39.
Stadium gejala klinik dari meningitis
serosa menurut Lincoln
Menurut
Lincoln, Gejala klinis dari meningitis tuberkulosis dikelompokkan dalam tiga
stadium:
1. Stadium
I (stadium inisial/fase prodromal)
a. berlangsung
1 - 3 minggu
b. Biasanya
gejalanya tidak khas, timbul perlahan- lahan, tanpa kelainan neurologis
c. Gejala:
demam (tidak terlalu tinggi), lemah, anoreksia, nyeri perut, sakit kepala,
tidur terganggu, mual, muntah, konstipasi, apatis, irritable
2. Stadium
II (stadium transisional / fase meningitik)
a. Ditandai
oleh adanya kelainan neurologik
rangsangan meningeal berupa kaku kuduk (+), refleks Kernig dan
Brudzinski (+) kecuali pada bayi.
b. Gejala
peningkatan TTIK berupa sakit kepala berat dan muntah (keluhan uama), penurunan
kesadaran, kejang, hemiparesis /
quadriparesis, gangguan saraf kranial
3. Stadium
III (koma / fase paralitik)
a. berlangsung
selama ± 2-3 minggu
b. Gejala:
edema papil, kesadaran makin menurun, irritable dan apatik, somnolen,
stupor, koma, otot ekstensor menjadi kaku dan spasme, nadi dan pernafasan
menjadi tidak teratur, hiperpireksia ð
meninggal.
40.
Pada Sindroma down terjadi kelainan
trisomi pada kromosom
O
kelainan kromosom berupa trisomi
kromosom 21
O
Trisomi kromosom ini terbentuk akibat
kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi
pembelahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar